Wanita Muda yang Terjun dari Jembatan Langsung Dikubur, Keluarga Tolak Autopsi – Fajar
Kriminal

Wanita Muda yang Terjun dari Jembatan Langsung Dikubur, Keluarga Tolak Autopsi

ilustrasi

old.fajar.co.id, BALIKPAPAN – Eka (16), warga Teritip, Balikpapan Timur yang bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Manggar pada Jumat (16/6) lalu telah disemayamkan pihak keluarga pasca ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Awalnya tidak diketahui identitas perempuan muda tersebut, hingga belakangan dikenali dengan nama Eka.

Teka-teki motif bunuh diri yang dilakukan Eka kini berada dalam penyelidikan Polsek Balikpapan Timur. Sempat ada info beredar mengenai motif Eka bunuh diri lantaran berbadan dua. Kendati demikian, Kepolisian belum mengonfirmasi hal tersebut. Disampaikan Kapolsek Balikpapam Timur, Kompol Dody Susantyoko, informasi yang beredar masih simpang siur.

Belum dapat dipastikan motif sebenarnya, keluarga korban masih dimintai keterangan mengenai hal ini. “Belum ada info dari dokter, mengenai kondisi hamil korban belum dipastikan. Takutnya seperti kejadian penemuan mayat sebelumnya yang juga sempat diisukan hamil, padahal tidak,” terang Dody, kemarin (17/6).

Dari pihak keluarga yang sudah diperiksa polisi yakni orangtua korban. Menurut orangtua Eka, isu kehamilan anaknya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selama ini korban juga diketahui tidak memiliki pacar atau pun dekat dengan laki-laki. Kendati begitu belum diketahui apakah di luar rumah Eka memiliki hubungan dekat dengan seseorang.

Sementara itu pihak keluarga juga menolak autopsi. “Keluarga tidak mau diautopsi (korban). Jadi langsung dimakamkan,” katanya.

Sebelum melakukan bunuh diri perilaku korban dalam keadaan normal dan tidak ada keanehan. Sebelum bunuh diri korban berpamitan seperti biasa saat keluar rumah. Biasanya korban ke rumah temannya, Eka sama sekali tidak terlihat memiliki masalah. Eka adalah lulusan SMP dan memutuskan tidak melanjutkan sekolah. Menurut Dody, dari keterangan orangtua korban, sang putri sendiri yang enggan sekolah.

“Dia memang tidak mau sekolah, orangtuanya juga tidak tahu kenapa dia tidak mau lanjut sekolah,” ujarnya. Sementara terkait meninggalnya Pratu Khairul Anam, anggota Yonif Raider 600/Modang yang terlibat dalam upaya penyelamatan Eka, diakui Dody, kemungkinan karena kepanikan korban Eka. Khairul sempat dicekik korban Eka, hingga pegangannya lepas.

“Kedua anggota tersebut berjiwa membantu. Kami turut berduka. Sementara itu untuk motif bunuh diri Eka, kami terus lakukan lidik,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, korban berusaha bunuh diri dengan naik ke atas pagar jembatan dan terjun ke air. ketika itu, dua anggota Yonif Raider 600/Modang yakni Pratu Khairul Anam dan Pratu Ashari melihat kejadian langsung melakukan upaya pertolongan.

Saat menolong, Khairul berhasil memegang Eka. Sementara Ashari berenang untuk membantu keduanya. Namun, Eka yang ditolong diduga panik. Lengannya mencekik leher Khairul.

Dalam keadaan panik, Ashari yang melihat kondisi tersebut langsung berteriak memanggil rekannya Mahajudin. Meminta mencarikan tali atau barang apa saja yang bisa dibuat untuk membantu korban mengapung. Terlambat, Eka dan Khairul hilang ditelan laut yang saat itu sedang pasang dengan arus surut.

Saat berusaha menolong, Ashari sempat memegang tangan Khairul namun pegangan terlepas akibat arus yang cukup kencang. Ashari yang berusaha menyelamatkan diri berhasil ke pinggir dengan ditolong warga, sementara Eka dan Khairul lenyap.

Sejumlah warga berusaha menolong, Eka kemudian ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelam. Saat itu, Eka masih bernafas. Ia, oleh warga langsung dibawa ke Puskesmas Manggar Baru, namun dalam perjalanan Eka meninggal dunia. Khairul yang sempat hilang selama 19 jam berhasil ditemukan pada pukul 21.45 Wita dalam keadaan tewas. (bp-21/war)

Most Popular

To Top