Kok bisa, Dua Hari Berturut-turut ada Warga yang Hilang di Sungai – Fajar
Kriminal

Kok bisa, Dua Hari Berturut-turut ada Warga yang Hilang di Sungai

ilustrasi

old.fajar.co.id, PALANGKA RAYA –Dalam dua hari, tepatnya pada Rabu dan Kamis kemarin, ada dua warga Kalteng, masing-masing warga Kota Palangka Raya dan Katingan tenggelam di sungai wilayah setempat. Dan, hingga berita ini diturunkan, kedua korban belum ditemukan.

Untuk di Kota Palangka Raya, peristiwa karamnya klotok yang ditumpangi dua rekan Sally AE Riung (52) dan Sungket Alias Apin (55) di aliran sungai rungan menggegerkan warga Kecamatan Rakumpit. Peristiwa nahas tersebut terjadi, Kamis (22/6) pukul  03.00 Dini Hari WIB.

Hal tersebut dibenarkan oleh Camat Rakumpit Wiliam saat dikonfirmasi Kalteng Pos via telepon Kamis (22/6) siang.

Ia menerangkan bahwa salah satu warganya yang diketahui merupakan Demang Kecamatan Rakumpit berhasil selamat, sementara rekannya yang tak lain adalah mantir Kelurahan Gaung Baru menghilang.

“Keduanya baru bertolak dari Desa Gaung Baru dan hendak menuju Kota Palangka Raya dengan menggunakan klotok berdua, tetapi melewati page dengan kondisi yang masih gelap,” kata William.

Namun diperkirakan baru berjalan 20 menit,tiba-tiba bagian tengah klotok menabrak sesuatu dan kemudian terhenti, miring dan masuk dalam air bersama kedua penumpang tersebut.

“Saat kejadian Sally kemudian turun dan memegang sebuah kayu yang berada didekat klotok tersebut, sementara Sungket sempat berenang sekitar 20 menit menuju tepi sungai. Keduanya sempat memanggil satu sama lain, tetapi suara Mantir tersebut menghilang,” ungkap Wiliam lagi menirukan ucapan warganya yang selamat saat itu.

Kapolsek Rakumpit Ipda Damlias setelah mendengan informasi tersebut langsung melakukan koordinasi dengan Danramil bersama warga untuk melakukan pencarian. Karena belum menemukan korban, pihaknya kemudian mencoba menghubungi BNBP Kota untuk bekerjasama dan selanjutnya melakukan penyisiran didekat lokasi kejadian.

Sementara itu, seorang warga Desa Tumbang Liting Kecamatan Katingan Hilir bernama Sipho (57), dinyatakan hilang dan tidak kembali ke rumahnya. Diduga pria berprofesi sebagai petani ini, hilang tenggelam bersama sapan (jukung) atau perahu kecilnya ketika sedang mencari ikan di DAS Katingan, Rabu (21/6) sekitar pukul 16.00 wib.

Informasi yang diperoleh Kalteng Pos, peristiwa ini terjadi pada saat Sipho berangkat dari rumahnya ke sungai Katingan bagian hilir Desa Tumbang Liting dengan menggunakan jukung untuk mencari ikan dengan menggunakan alat pengilar atau jebakan ikan. Namun, hingga malam hari yang bersangkutan tidak kembali ke rumahnya di Desa Tumbang Liting RT 04.

Peristiwa inipun sudah dilaporkan kepada pihak Polsek Katingan Hilir, hingga petugas BPBD Kabupaten Katingan. Mendapat laporan sejumlah personil Kepolisian, BPBD hingga warga setempat langsung turun melakukan pencarian. Namun sampai sore kemarin, upaya pencarian masih belum membuahkan hasil. Bahkan untuk mengetahui keberadaan yang bersangkutan, dipinggir sungai juga terlihat ada acara ritual adat yang digelar warga setempat.

Kapolres Katingan AKBP Ivan Adhityas Nugraha SIK melalui Kapolsek Katingan Hilir Iptu Nurheriyanto Hidayat SH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Sampai saat ini dia masih belum mengetahui apakah yang bersangkutan hilang tengelam atau seperti apa.

“Ini masih dilakukan upaya pencarian,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (22/6). (nue/eri/bud/nto)

Most Popular

To Top