Mentan Bantu Lima Daerah di Sultra, Baubau Paling Sedikit, Busel Terbanyak – Fajar
Daerah

Mentan Bantu Lima Daerah di Sultra, Baubau Paling Sedikit, Busel Terbanyak

old.fajar.co.id, BAUBAU – Kehadiran Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Dr. Ir. H Andi Amran Sulaiman, MP di Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) Rabu (21/6), membawa dampak positif bagi masyarakat khususnya para petani.

Sejumlah permasalahan yang disampaikan lima perwakilan SKPD dari Muna, Baubau, Buton, Buteng dan Busel. Langsung direspon Mentan, Amran. Ia siap memberikan bantuan untuk pengembangan sektor pertanian pada lima daerah tersebut.

Setiap daerah dijatah dengan bantuan berbeda-beda misalnya, Kabupaten Muna akan diberikan benih jagung untuk penanaman 5.000 hektar lahan tidur dan satu unit excavator. Kota Baubau akan diberi benih jagung untuk penanaman 500 hektar, Buton Tengah mendapat bantuan penanaman jagung 5.000 hektar, Buton 1.000 hektar dan Buton Selatan benih jagung penanaman 10.000 hektar.

“Kemudian saya juga siap memberikan 10 unit traktor dan 40 unit pompa air. Seluruhnya akan dibagi secara merata di Sultra khususnya lima kabupaten yang hadir,” ujar Mentan.

Kata dia, kapan akan kita realisasikan, semua tergantung dari Pemda masing-masing. Artinya setiap daerah yang administrasinya tuntas, maka bantuan langsung diberikan.

Sebenarnya, lanjut dia, jika mengacu pada persiapan bantuan bibit yang telah disiapkan untuk Sultra 2017 ini, maka pemberian bibit jagung lima daerah tersebut tergolong sangat sedikit. Mengingat jumlah kuota yang disiapkan kementrian untuk Sultra penanaman lahan seluas 85, 031 hektar.

“Kalau diakumulasi, jumlah bibit untuk lima daerah yang akan kita salurkan itu baru mencapai 21.500 hektar. Sementara jatah yang kami siapkan lebih dari itu. Makanya, saya harapkan jumlah permintaan bisa lebih ditingkatkan lagi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Mentan Amran hadir di Kota Baubau dalam rangka melakukan penanaman jagung perdana di eks lahan tidur, di Batalion 725 Kelurahan Kaisabu Baru Kecamatan Sorawolio. Kemudian tujuan lainnya mendengarkan secara langsung persoalan yang melanda para petani. (Fajar.KP)

Most Popular

To Top