Ternyata Perampokan Rp 1,1 miliar itu ada Dua Orang, ini Mereka.. – Fajar
Kriminal

Ternyata Perampokan Rp 1,1 miliar itu ada Dua Orang, ini Mereka..

old.fajar.co.id, SANGATTA – Dua oknum karyawan PT PMI diduga kuat terlibat perampokan uang perusahaan. Mereka bertugas memuluskan rencana perampokan yang menyebabkan uang perusahaan sebesar Rp 1,1 miliar berhasil digondol.

Dua oknum karyawan itu adalah Nr dan Yn. Keduanya justru berhasil ditangkap di hari yang sama saat terjadi perampokan, yakni pada Jumat (16/6) lalu. Dari keterangan keduanya polisi juga mengetahui identitas dua pelaku yang bertindak sebagai eksekutor, yakni Ms dan Dn.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ide melakukan perampokan tersebut datang dari Ms. Residivis yang pernah merampok PT Sinergi Kutim ini bertemu dengan Dn ditahanan. Dari situlah rencana perampokan disusun. Kebetulan Ms pernah menetap di karangan dan cukup mengetahui lingkungan setempat. Dia juga mengenal Nr.

Setelah bebas bersyarat dari Lapas Bontang bulan lalu, Ms dan Dn menetap di rumah Nr, dari situlah mereka melakukan pengamatan aktivitas perusahaan PT PMI yang terletak di

Karangan. Nr sendiri merupakan karyawan di PT PMI. Awalnya, Nr yang bertugas untuk menggali informasi mengenai jadwal kedatangan uang dan penggajian karyawan. Hanya saja Nr tak memiliki akses. Sebab itulah Nr mengajak Yn, yang diketahui memiliki akses lebih luas. Bahkan Yn bisa mengetahui kapan uang disetor ke perusahaan hingga kondisi pengamanan.

“Setelah diberikan informasi dari Yn dan Nr lalu kedua eksekutor ini bergerak untuk melakukan aksinya,” kata Kapolres Kutim AKBP Rino Eko didampingi Kasat Reskrim Andhika Darma Sena, Kamis (22/6) kemarin.

Setelah menerima laporan kejadian, pihak kepolisian juga melakukan penggalian informasi. Hasilnya mengarah kepada kedua oknum karyawan tersebut.

“Keduanya langsung ditangkap malam itu juga,” ungkapnya.

Dari keterangan keduanya, polisi mengetahui identitas pelaku. Kemudian   pada Selasa (21/6) pukul 18.20 Wita, polisi berhasil menangkap pelaku MS alias Gondorong di Jalan Poros Karangan. Ketika itu, Gondrong hendak menuju Kilometer 30 Karangan untuk mengambil uang hasil merampok yang disembunyikan di hutan, tepatnya di sekitar gua karst.

“Ms ditangkap saat ingin mengambil uang yang dia sembunyikan di hutan, dari situ berhasil disita barang bukti uang sebesar Rp 300 juta. Sementara sisa uang Rp 800 juta kemungkinan dibawa Dn,” terangnya.

Aksi kedua eksekutor ini sebenarnya meleset dari perencanaan. Rencana awal, setelah berhasil merampok mereka ingin melarikan diri ke arah Berau, lalu menyebrang ke Sulawesi.

“Akan tetapi saat itu mereka dikepung, makanya lari ke hutan, lalu terpisah,” jelasnya.

Sejauh ini polisi masih memburu Dn. Kemungkinan besar saat ini Dn masih berada di daerah Kutim.

“Tim masih terus bergerak di lapangan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa tertangkap,” tandasnya. (hd)

Most Popular

To Top